Perancis Kirim Legiun Asing dan Tank ke Estonia yang Dekat dari Perbatasan Rusia

0

MYLESAT.COM –  Perancis akan mengerahkan pasukannya di Estonia yang hanya berjarak 140 kilometer dari Rusia.

Penempatan pasukan ini merupakan kontribusi Paris terhadap peningkatan kehadiran NATO di Negara-negara Baltik dan Polandia. Rusia telah lama menyuarakan kekhawatiran tentang kegiatan aliansi di dekat perbatasannya.

Pasukan yang dikirim Perancis seperti dikutip sputniknews.com memang tidak sembarangan.

Sebanyak 300 prajurit gabungan dari Angkatan Darat Perancis dan Legiun Asing (Foreign Legion) diperkirakan akan tiba di kota Tapa, Estonia, hanya 140 kilometer jauhnya dari perbatasan Rusia dalam beberapa hari lagi.

Pasukan akan tetap di Estonia hingga akhir Agustus sebagai bagian dari misi FRA-EFP LYNX, yang bertujuan meningkatkan kehadiran aliansi di wilayah tersebut.

Selain itu, Paris juga akan mengerahkan lima tank Leclerc dan 20 kendaraan tempur infanteri termasuk 13 VBCI yang merupakan versi Multi-Role Armored Vehicle (MRAV) Perancis.

Pasukan ini dan kelengkapannya akan diangkut ke Estonia menggunakan kereta api.

Ini bukan pertama kalinya pasukan Perancis hadir di Estonia. Sebelumnya pada 2018, pasukan Perancis juga hadir di Tapa selama sepuluh bulan.

Selain itu, pada 2018, Angkatan Udara Perancis juga berpatroli di wilayah udara Estonia dalam kerangka misi keamanan udara Baltik NATO.

Penempatan ini adalah kontribusi Perancis terhadap peningkatan kehadiran NATO di Negara-negara Baltik dan Polandia. Prajurit Perancis akan menggantikan unit Belgia yang bertugas dengan kelompok tempur pimpinan Inggris di Tapa.

Inggris sendiri memiliki 20 tank Challenger II serta 30 IFV di Tapa. Selain itu, baru-baru ini Inggris juga mengirim lima helikopter serang AH-64 Apache ke Amari Airbase di Estonia untuk bergabung dengan pasukan NATO di sepanjang perbatasan aliansi dengan Rusia.

Unit-unit Perancis ini akan ambil bagian dalam latihan tahunan Spring Storm (Kevadtorm) Estonia, yang melibatkan 10.000 tentara. Latihan akan dimulai pada 29 April 2019.

Kehadiran NATO juga akan meningkat lebih lanjut tahun ini di Laut Baltik menjelang latihan laut Baltic Protector and BALTOPS.

Moskow sendiri telah berulang kali menyuarakan kekhawatirannya atas kegiatan NATO yang belum pernah terjadi sebelumnya dan meningkatkan kehadirannya di kawasan itu, dengan menyebut “ancaman Rusia”.

Kremlin sebelumnya menyatakan bahwa Rusia tidak mengancam siapa pun, tetapi tidak akan meninggalkan kegiatan yang berpotensi berbahaya tanpa perhatian.

Inggris, Kanada, Jerman, dan AS memimpin Battle Groups multinasional yang menjadi bagian dari Forward Presence (EFP) NATO yang ditingkatkan di Eropa Timur.

Pengerahan militer Inggris ke kawasan Baltik termasuk pasukan dari Royal Hussars Armoured Regiment.

Teks: beny adrian

Share.

About Author

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.