Pakistan Berhasil Hidupkan Saab 2000, Radar Terbang Erieye yang Sempat Mati Suri

0

Pakistan mengantongi sertifikat untuk membangun dan melakukan pekerjaan perbaikan pesawat intai Saab 2000 AEW&C (Airborne Early Warning and Control) buatan Swedia, seperti dikutip nation.com.pk (18/4/2019).

“Angkatan Udara Pakistan adalah satu-satunya angkatan udara di dunia yang memiliki sertifikat untuk memperbaiki AWACS Swedia,” seperti dilaporkan Pakistan Defense mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya.

“Untuk pertama kalinya dalam sejarah, AWACS SAAB Swedia dibangun dari awal oleh negara lain, bahkan untuk ketidakpercayaan SAAB itu sendiri … yang telah menyatakan proyek secara teknis tidak mungkin,” ujar sumber ini.

Baca: Saab, Airbus, Boeing Masuk Radar Calon Pesawat AWACS TNI AU, Siapa yang Dipilih?

AWACS (Airborne Warning and Control System) adalah nama lain dan umum digunakan selain AEW&C untuk pesawat yang memiliki kemampuan peringatan dini.

Pesawat dengan kemampuan seperti ini biasa disebut juga sebagai radar terbang.

Radar Erieye milik SAAB adalah sistem AEW&C yang menggunakan teknologi AESA (active electronically scanned array).

Erieye digunakan pada berbagai platform pesawat, seperti Saab 340 dan Embraer R-99. Baru-baru ini telah diterapkan juga pada pesawat Bombardier Global 6000 sebagai Globaleye.

Erieye Ground Interface Segment adalah komponen utama perangkat lunak yang digunakan sistem Erieye.

Radar menyediakan cakupan 300 derajat dan memiliki jangkauan instrumental 450 km dan jangkauan deteksi 350 km di lingkungan peperangan elektronik.

Yaitu dalam kondisi padat ancaman serta kondisi kekacauan radar dan pada ketinggian target rendah. Selain itu, radar juga mampu mengidentifikasi teman atau musuh serta memiliki mode pengawasan laut.

Sistem Erieye memiliki interoperabilitas penuh dengan sistem kontrol dan komando pertahanan udara NATO.

Pakistan memesan empat Erieye AEW&C dari raksasa pertahanan Swedia Saab pada tahun 2006.

Pakistan sedianya bermaksud mengakuisisi enam, tetapi karena dana harus dialihkan untuk mendukung upaya pemulihan dan rekonstruksi di Kashmir setelah Gempa Kashmir 2005, mengakibatkan pesanan dipangkas menjadi empat.

Pembelian Saab 2000 Erieye AEW&C oleh AU Pakistan ini, di kemudian hari dilengkapi dengan empat pesawat sejenis ZDK-03 Karakoram Eagle buatan China.

Pesawat dibeli dari China Electronics Technology Group Corporation (CETC) senilai 278 juta dolar pada 2008.

Namun Agustus 2012, sembilan orang dari Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) berhasil menyusup dan menyerang Minhas PAF di Kamra. Gerombolan bersenjata ini berhasil merusak Erieye AEW&C.

Penyerang berhasil membuat satu Erieye hancur total, sementara dua lainnya rusak. Kebetulan Erieye keempat sedang tidak di pangkalan.

Serangan itu mengakibatkan kemampuan kontrol udara AU Pakistan nyaris lumpuh, karena hanya menyisakan satu Erieye AEW&C.

Namun karena usaha gigih AU Pakistan bersama Pakistan Aeronautical Complex (PAC), akhirnya dua Erieye AEW&C yang semula rusak berhasil dihidupkan kembali.

Pesawat pertama berhasil dihidupkan kembali pada 2015 dan yang kedua tahun 2016.

Untuk memaksimal kemampuan radar terbangnya, pada Mei 2017 seperti dikutip quwa.org, AU Pakistan memesan tiga tambahan Erieye AEW&C dari Saab, dengan yang pertama jatuh tempo Desember 2017.

Sementara buku tahunan Kementerian Produksi Pertahanan Pakistan (MoDP) untuk 2015-2016, mendaftarkan pemulihan sistem AEW&C keempat dengan biaya 130,39 juta dolar AS.

Pada Mei 2016, Saab mengumumkan pesanan tambahan AEW&C Pakistan senilai 132 juta dolar.

Tampaknya pesawat ini adalah yang pertama dari tiga pesawat baru, yang membawa armada Erieye AU Pakistan kepada kekuatan awalnya menjadi enam pesawat.

Karena peran strategisnya, pesawat Erieye AEW&C adalah salah satu elemen utama yang ditugaskan AU Pakistan saat serangan udara India di Balakot.

Pada akhir Maret, Economic Times seperti dikutip theweek.in melaporkan bahwa India telah mengajukan protes diplomatik kepada Swedia.

Bunyinya adalah terkait AU Pakistan yang “secara ekstensif” menggunakan Erieye dalam pertempuran udara 27 Februari 2019, untuk mengarahkan dan mengendalikan 25 pesawat tempur menuju target di India.

Beberapa waktu lalu Jane’s Defence Weekly melaporkan bahwa Saab mengirim tiga set peralatan radar pesanan Pakistan ke pangkalan udara Nur Khan (Chaklala) pada April 9.

Menurut Jane’s ada kemungkinan Saab mengirim tiga sistem Erieye untuk dipasang di pesawat Saab 2000 yang telah dikirim pada 2018. Laporan Jane’s didasarkan pada informasi yang diterbitkan Pakistan Import Export Trade Trade Database.

Menurut Saab, radar Erieye mampu berperan sebagai pengawas udara dan laut, pengumpulan data intelijen serta fungsi komando dan kontrol.

Sistem radar AESA Erieye dapat mendeteksi target hingga sejauh 450 km. Bagi Saab, Erieye adalah bentuk keberhasilan ekspor dan menyebutnya sebagai salah satu sistem AEW&C paling banyak digunakan di dunia.

Yaitu Swedia sendiri, Yunani, Brasil, Meksiko, Pakistan, Thailand, dan Uni Emirat Arab.

Beberapa waktu lalu diberitakan, KSAU Marsekal Yuyu Sutisna menyebutkan Erieye sebagai salah satu sistem AEW&C yang ingin dimiliki TNI AU.

Teks: beny adrian

Share.

About Author

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.