Dr. Vivek Lall: Anak Jakarta yang Jadi Bos di Lockheed Martin, Siap Jual 150 F-16 untuk India

0

Lockheed Martin tengah berpacu dengan waktu untuk mendapatkan kontrak penjualan pesawat tempur F-16 senilai 15 miliar dolar AS dari India.

Kontrak sebesar ini diberikan kepada siapapun yang bisa menyiapkan pesawat tempur dan berbagi teknologi dengan India.

Untuk bisa mendapatkan kontrak kakap dari India, Lockheed Martin bersaing dengan Boeing F /A-18 Hornet, Saab JAS-39 Gripen, Dassault Aviations Rafale, Eurofighter Typhoon, dan dari Rusia.

Tidak hanya menyiapkan paket kontrak dalam kerangka Make in India, Lockheed Martin pun pintar mengambil hati India.

Baca: Demi 15 Miliar Dolar AS, Lockheed Martin Luncurkan F-21 untuk India

Adalah Dr. Vivek Lall, seorang ahli teknik berdarah India, langsung diberi jabatan prestisius di Lockheed Martin sebagai Wakil Presiden dari Aeronautics Strategy and Business  Development Lockheed Martin Aeronautics.

Lall menerima jabatan barunya di Lockheed Martin pada 2 Januari 2018.

Jebolan teknik dari Carlton University di Kanada ini pun menjadi spesial bagi orang Indonesia, karena ia lahir di Jakarta.

Dari penelusuran di Wikipedia, Lall disebutkan lahir pada 5 Maret 1969 di Jakarta. Sejauh ini belum ada informasi menyangkut keluarga dan masa kecilnya di Jakarta.

Hanya disebutkan bahwa Lall lahir di Jakarta dan tumbuh sebagai anak global yang hidup di AS, Kanada, Eropa, Afrika, dan Asia.

Lall memulai pendidikan teknisnya di Universitas Carleton dan memperoleh gelar sarjana teknik mesin dalam usia sangat muda, 19 tahun.

Dia juga berperan dalam melakukan penelitian pada bilah bermesin tunggal untuk National Aeronautical Establishment Kanada.

Dr. Lall menyelesaikan gelar magister Teknik Aeronautika dari Universitas Aeronautika Embry-Riddle di Florida.

Dia juga menyelesaikan PhD di Aerospace dan gelar MBA dari AS. Lall kemudian bekerja di Pusat Penelitian Ames NASA, di mana dia menjadi bagian dari proyek yang melakukan penelitian.

Dengan beasiswa dari NASA, ia menyelesaikan PhD dalam bidang teknik kedirgantaraan di Wichita State University, Kansas.

Dalam upaya membangun pesawat tempur F-16 untuk Angkatan Udara India, Lockheed Martin menunjuk Vivek Lall ke posisi Wakil Presiden, Wakil Presiden dari Aeronautics Strategy and Business  Development Lockheed Martin Aeronautics.

Lall sebelumnya memiliki peran yang sama di General Atomics. Di sini ia memimpin tim untuk meluncurkan UAV Guardian/ Predator ke AL dan AU India.

Lall juga menjadi tim penting dalam pengembangan Electro Magnetic Launch System (EMAL) dan Advanced Arrestor Gear (AAG) untuk kapal induk kedua yang diusulkan Angkatan Laut India.

Meskipun Lall menolak untuk mengomentari langkah ini, kalangan pengamat memahami bahwa sementara peran dan tanggung jawabnya akan bersifat global.

Kedekatannya dengan proses akuisisi pertahanan India akan digunakan secara luas oleh Lockheed Martin untuk meningkatkan upayanya memenangkan proyek Make in India F-16 untuk AU India.

India diperkirakan membutuhkan antara 100 hingga 150 pesawat tempur.

Tahun lalu, Lockheed Martin telah menyelesaikan Letter of Intent dengan Tata Advanced Systems Limited (TASL) India di Paris Air Show untuk kolaborasi dalam pembuatan pesawat F-16 Block 70 di India.

Dr. Lall juga memiliki karier selama 14 tahun di Boeing. Oleh Boeing, Lall diberi kepercayaan memimpin tim penjualan ke India.

Ia termasuk mengawasi penjualan pesawat P-8I Long Range Maritime Reconnaissance (LRMR) dan rudal Harpoon.

Pada saat hampir bersamaan, Dr. Vivek Lall memegang jabatan Presiden Asosiasi Matematika Amerika.

Pada saat itu, Lall menjadi sedikit orang di Boeing yang bekerja sekaligus pada dua divisi, yaitu penerbangan sipil dan pertahanan. Seperti dipercaya menjadi Managing Director Boeing Commercial Aircraft.

Bahkan oleh CEO Boeing saat itu, Vivel Lall ditempatkan ke dalam kluster elite seven-member Technical Excellence Team.

Baru-baru ini oleh Presiden Donald Trump, Vivek Lall ditunjuk sebagai penasihat utama dari komite penerbangan federal yang memberikan panduan kepada pemerintah AS tentang masa depan sistem ruang udara.

Tak heran pejabat senior Jepang pernah mengatakan, Vivek Lall adalah salah seorang warga negara Amerika keturunan India yang paling berpengaruh dalam industri pertahanan.

Anak Jakarta memang hebat…

Teks: beny adrian

Share.

About Author

Leave A Reply