Beli 21 MiG-29 Rusia, India Kejar Kesiapan 20 Pesawat Tempur Per Skadron

0

Sebuah tim perwira tinggi Angkatan Udara India mengunjungi fasilitas Rusia untuk memeriksa pesawat tempur MiG-29 Fulcrum.

India telah memulai negosiasi formal dengan Rusia untuk pembelian setidaknya 21 pesawat tempur MiG-29 untuk meningkatkan armada gaek AU India sebagai angkatan udara terbesar keempat di dunia.

Pesawat tempur ini akan ditingkatkan kemampuannya sesuai kebutuhan AU India.

“Harga yang ditawarkan Rusia bagus. Meskipun mereka buat pada saat bersamaan dengan kami membeli skadron MiG-29 sebelumnya, namun pesawat ini tidak pernah terbang,” seperti dikutip sputniknews.com.

India saat ini memiliki tiga skadron MiG-29. Pada Maret 2008, RAC-MiG dari Rusia menandatangani kontrak 964 juta dolar AS dengan Kementerian Pertahanan India untuk modernisasi 62 Fulcrum (54 plus 8 versi latih).

Dari sisi Rusia telah menyetujui untuk meningkatkan 21 pesawat ke versi standar.

MiG-29 (MiG-29UPG) yang di-upgrade AU India adalah revisi dari MiG-29SMT Rusia.

Pesawat yang ditingkatkan ini memiliki kemampuan multiperan, dengan peningkatan penggunaan senjata berpresisi tinggi rudal udara ke udara dan udara ke darat serta peningkatan jangkauan tempur.

Kapasitas bahan bakar internal telah mengalami peningkatan.

MiG-29UPG mengunakan dua mesin turbofan seri 3 Klimov RD-33. Rusia pada 2007 melisensi Hindustan Aeronautics Limited (HAL) untuk memproduksi 120 mesin guna program peningkatan.

Mesin yang ditingkatkan memiliki tenaga 7% lebih besar dibanding model dasar karena penggunaan material modern pada blade yang didinginkan, memberikan daya dorong 9.000 kgf.

Mesinnya tanpa asap serta mengurangi keterlihatan oleh inframerah.

Saat ini AU India bergantung kepada berbagai jenis pesawat era-Soviet dan Rusia. Termasuk beberapa Dassault Mirage dari Perancis dan SEPECAT Jaguar dari Inggris.

Sebuah panel parlemen tentang pertahanan telah menyarankan kekuatan skadron terdiri dari 42 (18-20 pesawat tempur dalam satu skadron), akan diperlukan untuk menghadapi dua front dengan Pakistan dan China.

Skenario saat ini menunjukkan, jika pun semua pesanan yang meliputi 36 jet Rafale, enam skadron Tejas, dan dua skadron Su-30MKI diperhitungkan, kekuatan skadron akan tetap di bawah 30 pesawat, bahkan pada tahun 2032.

Teks: beny adrian

Share.

About Author

Leave A Reply