242 Miliar Dolar AS untuk 5 Tahun Ke Depan, Jepang Siap Konversi Izumo-class

0

Jepang akan mempercepat keluarnya anggaran untuk pengadaan pesawat tempur siluman, rudal jarak jauh dan peralatan lainnya selama lima tahun ke depan.

Kebijakan ini diambil sebagai bentuk dukungan Jepang terhadap AS dalam menghadapi militer China di Pasifik Barat.

Kabinet Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada 18 Desember 2018, secara resmi menyetujui rencana anggaran 242,7 miliar dolar AS untuk pertahanan selama lima tahun ke depan.

Meski demikian, Kabinet berharap angka ini dapat diturunkan sekitar JPY 1,97 triliun melalui langkah-langkah pemotongan biaya.

Garis besar kebijakan pertahanan baru pemerintah, yang berjalan dari Tahun Anggaran 2019 (TA 2019) hingga TA 2023, menampilkan antara lain, konversi dua kapal induk kelas Izumo menjadi kapal induk multirole.

Kapal induk ini sedang disiapkan untuk menjadi pangkalan operasi pesawat F-35B Lightning II Joint Strike Fighter, yang sudah membuat berang Tiongkok.

Izumo class yang memiliki panjang 248 meter, memiliki ukuran sama besarnya dengan kapal induk Jepang dalam Perang Dunia II.

Disetujui pada 18 Desember, Pedoman Program Pertahanan Nasional (NDPG) dan Rencana Pertahanan Jangka Menengah (MTDP) yang baru juga memberikan penekanan kuat pada tiga domain pertahanan baru Jepang.

Meliputi cyber, ruang angkasa, dan peperangan elektronik (EW) yang diharapkan membentuk bagian dari “kekuatan pertahanan terintegrasi multidimensional” Jepang yang baru.

Tokyo berusaha menerapkan strategi lintas-domain (cross-domain strategy) yang bertujuan untuk membangun superioritas di udara, laut, darat, dan di luar angkasa serta di domain peperangan elektronik dan dunia maya.

Pejabat pemerintah mengatakan dalam sebuah konferensi pers, bahwa Kementerian Pertahanan akan membeli tambahan 63 fighter F-35A dan 42 varian STOVL F-35B untuk menggantikan 99 dari Boeing-Mitsubishi F-15J / DJ Eagle.

F-35A yang diakuisisi Jepang untuk menggantikan armada McDonnell Douglas-Mitsubishi F-4EJ Kai. Jepang juga membeli 45 F-35 sekitar 4 miliar dolar AS, di samping 42 jet yang sudah dipesan.

Pejabat pertahanan juga menyampaikan bahwa Jepang akan berhenti menggunakan fasilitas perakitan dan check-out akhir (FACO) untuk F-35A di negaranya mulai tahun depan. Sebaliknya mulai membeli F-35A dan F-35B yang telah selesai guna mengurangi biaya pengadaan.

Teks: beny adrian

Share.

About Author

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.