Perencanaan Mantap, Turki Buat Pesawat Tempur Generasi ke-5, Terbang Perdana 2023

0

Turki menjadi salah satu negara maju yang memiliki industri pertahanan yang bisa diandalkan. Bahkan Indonesia dalam hal ini PT Dirgantara Indonesia dan PT Pindad juga punya ikatan kerja sama dengan industri Turki.

Salah satu yang maju pesat adalah industri kedirgantaraan Turki. Seperti beberapa waktu lalu, Turkish Aerospace Industries (TAI) merilis detail waktu pekerjaan pembuatan pesawat tempur Turkish Fighter (TF) yang dikenal dengan TF-X.

Proyek TF-X menyiapkan jet tempur secara mandiri. Jet ini menggunakan dua mesin dan mengusung teknologi generasi ke-5. 

All-weather air superiority fighter ini dikembangkan oleh TAI dengan bantuan teknologi dari BAE Systems, AVIC dari China, dan EADS (European Aeronautic Defence and Space Company).

Sebelumnya Presidency of Defense Industries (SSB) dan perusahaan terkait meneken kesepakatan sebagai langkah pertama untuk mengembangkan unique turbofan fighter jet engine di Turki untuk TF-X.

Sebuah perjanjian dibuat dengan TR Motor, yaitu perusahaan bentukan SSB yang dipercaya mengembangkan mesin untuk TF-X.

Presiden SSB Ismail Demir mengatakan, tujuan akhirnya adalah bahwa mesin tidak akan menghadapi limitasi dari negara asing dalam hal penggunaan oleh Turki untuk mengendalikan semua fitur teknologi dan hak kekayaan intelektual.

“Pintu terbuka untuk pembuat mesin internasional terlibat di dalam proyek jet tempur nasional ini,” ujar Demir.

Ia menambahkan bahwa pengembangan mesin akan memakan waktu yang lama, bisa 10 tahun.

“Garis tegasnya adalah memiliki mesin yang sepenuhnya milik kami. Kami akan bekerja dengan pihak yang ingin membuat mesin sementara,” katanya.

Dengan TF-X Program, Turki akan menjadi salah satu dari sedikit negara yang memiliki teknologi tinggi, engineering infrastructure, dan kapabilitas produksi. Yang nantinya akan melahirkan pesawat tempur generasi ke-5.

Mulai tahun 2019 di luar desain dan pengembangan TF-X, kemampuan rekayasa, pengembangan teknologi (sensor utama seperti radar, peperangan elektronik, dll), pembangunan infrastruktur pengujian dan proses sertifikasi akan dilakukan secara bersama.

Selanjutnya kemampuan untuk generasi baru desain jet tempur, pengembangan dan produksi akan diperoleh industri Turki.

Menurut TAI, produksi batch pertama prototipe TF-X akan dimulai pada 2020 setelah rencana produksi dan tool design.

Diperkirakan prototipe pertama TF-X akan melakukan terbang perdana pada 2023. Dengan anggapan semua uji coba berjalan lancar, maka tahap mass production akan dimulai antara 2032 dan 2035.

Pesawat tempur TF-X akan dioperasikan oleh AU Turki hingga tahun 2070 dan akan beroperasi bersama aset udara lainnya seperti F-35A Lightning II.

Teks: beny adrian

Share.

About Author

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.