AS dan Australia Akan Bangun Pangkalan Laut di Manus, Pulau Milik PNG yang Dekat dari Jayapura

0

Disebutkan untuk membendung pengaruh China di kawasan Pasifik, Amerika Serikat akan bergabung dengan Australia untuk mengembangkan pangkalan laut (naval base) di Papua New Guinea (PNG).

Seperti dikutip bbc.com, Wapres AS Mike Pence mengatakan bahwa ketiga negara akan bekerja sama untuk fasilitas militer yang akan dibangun di Pulau Manus.

Sebelumnya pada 20 September 2018, dilaporkan bahwa Australia tengah berdiskusi dengan PNG untuk menyediakan pelabuhan untuk menampung kapal perang Australia di Manus.

Australia mengatakan akan membantu memperluas Lombrum Naval Base yang dioperasikan AL PNG di Monus. Pengembangan Lombrum akan memberikan fasilitas untuk kapal AL Australia.

Baca: Perkuat Pertahanan di Indonesia Timur, Panglima TNI Resmikan 4 Satuan Baru di Sorong

Alhasil untuk mengantisipasi China, Australia akan membantu mengembangkan fasilitas pelabuhan PNG di Wewak, Kikori, Vanimo, dan Manus.

Pelabuhan di Pulau Manus menjadi paling penting dari keempat pelabuhan, karena ini adalah pelabuhan laut dalam yang dekat jalur pelayaran penting.

AL Australia sendiri mengoperasikan pangkalan laut di Pulau Manus sejak 1950-an hingga dialihkan ke militer PNG pada 1974.

Rencana ini disampaikan Pence saat menghadiri Pertemuan Pemimpin APEC di Port Moresby, PNG. Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo juga menghadiri pertemuan APEC.

“AS akan bermitra dengan Papua New Guinea dan Australia dalam insiatif gabungan di Lombrum Naval Base,” ujar Pence.

“Kami akan bekerja dengan dua negara untuk melindungi kedigdayaan dan kepentingan maritim di kepulauan Pasifik,” imbuhnya. Pangkalan Lombrum di Manus sudah aktif sejak Perang Dunia II di Pasifik.

Pembangunan fasilitas militer AS di Pulau Manus sangat jelas sebagai reaksi atas rencana China membangun pangkalan militer permanen di Pasifik Selatan. Meski demikian, Pence tidak menegaskan secara gamblang di mana persisnya AS akan menempatkan kapal perangnya di Manus.

Menurut Pence, rencana pembangunan pangkalan ini menunjukkan komitmen AS pada “Indo-Pasifik yang terbuka dan bebas” (open and free Indo-Pacific).

Sementara Menhan Australia Christopher Pyne mengatakan, negeri kangguru itu akan menempatkan secara permanen kapal perangnya di Lombrum.

Australia dan AS menjadi bagian dari aliansi intelijen “Five Eyes” bersama Kanada, Selandia Baru, dan Inggris.

Sebelumnya juga diberitakan, AS mengurangi ratusan prajuritnya di Afrika agar lebih fokus menghadapi ancaman dari Rusia dan China.

Sekitar 700 prajurit berkemampuan antiterorisme akan ditarik dalam beberapa tahun ke depan. Saat ini sekitar 7.200 prajurit AS ditempatkan di sejumlah wilayah Afrika termasuk Nigeria dan Libya.

Prajurit AS juga beroperasi di Somalia dan Djibouti. Dilaporkan di Kamerun, AS sudah yakin bahwa pasukan khusus Kamerun sudah mampu beroperasi secara mandiri setelah mendapatkan pelatihan.

Bagi Indonesia sendiri, pembangunan fasilitas militer AS di kawasan Pasifik tentu akan memberikan dampak khusus.

TNI sendiri sudah membangun empat satuan baru di kawasan Indonesia Timur yang diresmikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Sorong, Papua Barat (11/5/2018).

Yaitu Divisi Infanteri 3 Kostrad, Komando Armada III, Komando Operasi Angkatan Udara III, dan Pasmar 3 Marinir.

Saat itu Panglima TNI mengatakan bahwa pembentukan empat satuan baru ini memiliki nilai strategis tinggi dengan latar belakang cukup komplek. “Pembentukan ini dihadapkan kepada perkembangan strategis global, regional, dan nasional,” ujar Hadi.

Hadi tidak menepis kalau pembangunan kekuatan militer dunia khususnya Asia, menjadi salah satu tolok ukur perkembangan kekuatan TNI.

Jika ditarik garis lurus dari Jayapura, maka jarak ke Manus 787,15 kilometer (489,11 mil). Sedikit lebih jauh dari jarak Jakarta ke Madura yang 721 kilometer.

 

Teks: beny adrian

Share.

About Author

Leave A Reply