Dilepas Panglima TNI, Pelari Kenya Kuasai Panggung Juara TNI Marathon International 2018

0

Dengan total hadiah Rp 10 miliar, lomba lari TNI Marathon International 2018 di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat telah berlangsung dengan sukses.

Pelari internasional dari Amerika Serikat, Australia, Malaysia, Kenya, Maroko, Myanmar, Perancis, Thailand, Uganda, Britania Raya, Ethiopia, Jepang, Kanada, Kenya, Malaysia, Norwegia, Perancis, Rwanda, Singapura, Swiss, dan Uni Emirat Arab, berebut posisi terbaik.

Panglima TNI melepas peserta nomor bergengsi Kategori 42K. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Tentu khususnya kehadiran para pelari jarak jauh (long distance runner) dari Afrika, mengukuhkan TNI Marathon International sebagai lomba lari yang wajib diikuti ke depannya.

Marathon ini dibagi ke dalam empat kategori, yaitu 5K, 10K, 21K, dan 42K.

Total 6.000 lebih pelari mengikuti lomba ini, dimana 245 pelari di antaranya berasal dari mancanegara.

Peserta lomba TNI Marathon International 2018 dilepas Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto Minggu pagi (4/11/20180) di Kuta Mandalika, Lombok, (4/11/2018).

Anggota TNI yang menjadi panitia di garis start, membantu seorang ibu yang tampil eksentrik setelah terdorong-dorong peserta saat pistol start ditembakkan. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Selain diikuti pelari profesional dari dalam dan luar negeri, lomba lari ini juga diikuti ribuan anggota TNI dan Polri. Termasuk pelari utusan dari angkatan bersenjata dan kepolisian negara sahabat.

Menjadi peserta istimewa adalah dari Australia, yaitu Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Mayjen Justin ‘Jake’ Ellwood.

Peserta tidak sabar untuk beradu cepat di Kategori 21K. Foto: beny adrian/ mylesat.com

“Saya memang sampaikan undangan khusus kepada angkatan bersenjata Australia saat mengunjungi Darwin beberapa waktu lalu, ketika itu Panglima Angkatan Bersenjata Australia langsung memutuskan akan mengirim beliau, kebetulan beliau memang hobi lari,” ujar Panglima TNI.

“Ini momentum kebangkitan masyarakat Lombok yang sedang dilanda musibah beberapa bulan lalu, semoga  kejuaraan lari Marathon Internasional ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Lombok dan sekitarnya,” jelas Marsekal Hadi saat melepas peserta lomba lari.

Ibu ini seperti tidak mau jauh dari anaknya yang ikut meramaikan mesti hanya di kereta bayi pada Kategori 5K. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Tak lupa disampaikan Marsekal Hadi bahwa TNI Marathon International 2018 merupakan rangkaian peringatan HUT ke-73 TNI tahun 2018.

“Selain itu untuk menperkenalkan Lombok sebagai tujuan wisata unggulan dan kebanggaan kita,” ungkap Panglima TNI.

Seperti diketahui, Lombok beberapa waktu lalu mengalami bencana gempa bumi dan meluluhlantakkan berbagai bangunan, insfrastuktur dan bahkan merenggut korban jiwa.

“Perlahan-lahan masyarakat Lombok dengan dukungan seluruh rakyat Indonesia dan masyarakat internasional  mulai bangkit dan menatap masa depan dengan semangat positif,” tambah Hadi.

Pelari wanita dari Afrika memasuki garis finish Kategori 42K. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Marsekal Hadi juga menyampaikan, kehadiran para pelari nasional dan internasional selama beberapa hari di Lombok, tentu akan memberikan dampak positif kepada perekonomian masyarakat.

Selain tentunya lewat interaksi dengan masyarakat dan menikmati alam Lombok, akan menjadi pengalaman tersendiri bagi peserta.

“Kenangan indah tersebut tentu akan dibawa ke rumah dan negara masing-masing,” urai Panglima TNI.

Di akhir lomba, para pelari jarak jauh dari Afrika menguasai panggung juara untuk nomor 21K dan 42K yang bergengsi.

Foto bersama juara Kategori 21K Internasional dan Nasional sebelum penyerahan hadiah. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Cosmas Muteti asal Kenya menjadi jawara pada kategori 42K Internasional Putra. Dia menorehkan catatan waktu 2 jam 21 menit 25 detik. Dua bulan lalu, Cosmas juga menjuarai Maybank Bali Marathon (MBM) yang berlangsung di Bali.

Pelari nasional yang menjuarai kategori 42K, Hamdan Sayuti, terpaut 20 menit di belakang Cosmas.

Sementara Joshua Nakeri, juga dari Kenya, menjadi pelari tercepat di nomor half marathon 21K dan berhak atas hadiah Rp 165 juta.

Panglima TNI menyerahkan hadiah kepada Joshua Nakeri dari Kenya yang menjadi Juara 1 Kategori 21K. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Sedangkan 42K Internasional Putri diraih Tecla Kirongo asal Kenya dengan catatan waktu 2 jam 41 menit 14 detik. Mereka masing-masing untuk nomor 42K mendapatkan uang tunai Rp 330 juta.

Sementara pelari nasional Agus Prayogo menjadi pelari tercepat di kategori 21K, dan membawa pulang hadiah Rp 125 juta.

Ibu Nanny Hadi Tjahjanto memberikan hadiah kepada atlet Indonesia yang menjuarai Kategori 21K Nasional. Foto: beny adrian/ mylesat.com

TNI International Marathon dimeriahkan hiburan dari para penyanyi dari TNI dan Polri. Para atlet dan warga yang hadir, juga dihibur aerobatik dari Jupiter Aerobatic Team TNI AU serta terjun payung gabungan 73 personel TNI-Polri. Pendaratan dilakukan di bibir Pantai Mandalika.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa TNI selalu mendukung setiap program kepariwisataan nasional seperti Mandalika yang ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan destinasi utama wisata Lombok.

Panglima TNI memberikan ucapan selamat kepada penerjun TNI-Polri yang meramaikan acara. Foto: beny adrian/ mylesat.com

“Kita berencana ingin mengadakan event marathon seperti ini di destinasi wisata nasional seperti di Mandalika, Komodo, Raja Ampat, dimana perlu kita angkat, kita combined kegiatan itu,” ungkap Marsekal Hadi.

Ditegaskan Hadi, Mandalika diputuskan sebagai tempat lomba setelah menyisihkan beberapa tempat lainnya.

Warga antusias menyaksikan jungkir balik tim JAT. Foto: beny adrian/ mylesat.com

“Saya akan datang lagi tahun depan, saya senang ikut lomba ini,” kata Joshua Nakeri dari Kenya usai menerima hadiah.

Daftar Juara TNI International Marathon 2018

Kategori 42K Internasional

  • Putra: Cosmas Muteti (Kenya) 2 jam 21 menit 25 detik
    Putri: Tecla Kirongo (Kenya) 2 Jam 41 menit 14 detik

Kategori 42K Nasional

  • Putra: Hamdan Sayuti/2 jam 41 menit 19 detik
    Putri: Meri Paijo/3 jam 25 menit 8 detik

Kategori 21K Internasional

  • Putra: Joshua Nakeri (Kenya) 1 jam 4 menit 54 detik
    Putri: Esther Wawbui (Kenya) 1 Jam 15 menit 14 detik

Kategori 21K Nasional

  • Putra: Agus Prayogo/1 Jam 11 menit 30 detik
    Putri: Odekta Naibaho/1 jam 24 menit 42 detik

 

Teks: beny adrian

Share.

About Author

Leave A Reply