Panglima TNI: Lembaga Pendidikan Al-Khairaat Adalah Warisan Paling Berharga dari Guru Tua

0

Puluhan ribu umat memadati Pesantren Alkhairaat yang terletak Jalan Sis Al-Jufri, Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (30/6/2018) ini.

Ada yang mengatakan 25.000 tapi juga ada yang bilang lebih, kesemuanya adalah jemaah atau murid dari Alkhairaat yang berdatangan dari berbagai wilayah di Sulawesi dan daerah lainnya di Indonesia.

Dari pagi hingga siang, diselenggarakan haul (peringatan wafat) akbar ke-50 dari Al-Habib Idrus Bin Salim Al-Jufri yang akrab dengan panggilan Guru Tua. Beliau adalah ulama pendidik sekaligus pejuang yang telah mendirikan Alkhairaat pada tahun 1930, dalam segala keterbatasannya.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavan, menghadiri haul akbar ini untuk mewakili Presiden Joko Widodo yang sedianya hadir.

“Presiden Joko Widodo yang sedianya hadir, meminta maaf tidak bisa memenuhi undangan karena ada kegiatan kenegaraan menerima Bapak Mahathir Muhammad dari Malaysia, karena itu saya dan Kapolri diutus untuk mewakili Presiden,” ujar Marsekal Hadi saat memberikan sambutan.

“Al-Habib Idrus Bin Salim Al-Jufri mengabdikan seluruh hayatnya untuk mendidik umat dalam memberantas kebodohan dan keterbelakangan, sangat berarti dan merupakan jasa yang akan dibalas Allah SWT dengan pahala yang setimpal,” tutur Marsekal Hadi.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri, dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Menurut Hadi, Guru Tua benar-benar mengamalkan perintah Rasulullah SAW untuk menuntut ilmu semaksimal mungkin selama hayat dikandung badan, dengan menyebarkan pendidikan kepada umat seluas-luasnya.

Panglima TNI mengatakan bahwa Guru Tua telah banyak meninggalkan warisan besar yang berharga. Seperti lembaga pendidikan Islam Al-Khairaat yang telah mengukir prestasi mengagumkan.

“Mulai dari sebuah sekolah sederhana berkembang menjadi ribuan sekolah dan madrasah,” ujarnya.

Sebelumnya Fadel Muhammad selaku Ketua Yayasan Alkhairaat menjelaskan bahwa tidak lebih dari 1.700 lembaga pendidikan dikelola Alkhairaat saat ini. “Awalnya dari hanya 400-an, tapi terus berkembang,” jelas Fadel.

Kepada seluruh jamaah yang hadir, Marsekal Hadi menyampaikan bahwa dewasa ini tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia semakin konflik dan dituntut memiliki SDM yang unggul, dimana mampu menghadapi dan memenangkan persaingan global.

“Bila umat tidak siap dalam menghadapi kompetisi global, maka kita hanya akan menjadi penonton atau bahkan menjadi bulan-bulanan negara maju. Upaya tersebut tidak dapat dilaksanakan bila kita tidak menyadari betapa pentingnya persatuan dan kesatuan,” katanya.

“Bila kita bersatu maka stabilitas yang dibutuhkan untuk membangun akan terwujud. Tidak ada negara yang maju pembangunan tanpa stabilitas nasional,” tegas Marsekal Hadi.

Haul Guru Tua diisi dengan ceramah secara bergantian oleh ulama dari berbagai daerah di Indonesia. Juga ada kesaksian dari dari para ulama yang menjadi murid sekaligus dan staf pribadi langsung dari Guru Tua semasa hidupnya.

Semuanya mengisahkan kebersamaannya bersama Guru Tua yang begitu mulia dan tulus. Termasuk ceramah utama dari Ketua Utama Alkhairaat yaitu Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri yang merupakan putra dari Guru Tua.

Usai makan siang bersama, Panglima TNI dan Kapolri sempat melaksanakan ziarah ke makam Guru Tua bersama jamaah yang begitu antusias.

Dari Palu, Panglima TNI dan Kapolri bertolak ke Jayapura untuk melakukan kunjungan kerja selepas shalat dzuhur.

Setibanya di hotel di Jayapura, Panglima TNI dan Kapolri masih melakukan pertemuan non-formal dilanjutkan makan malam dengan tokoh masyarakat Jayapura.

 

Teks: beny adrian

Share.

About Author

Leave A Reply