Disaksikan Menhan Ryamizard, Resmi Sudah 24 F-16C/D Memperkuat TNI AU

0

Sungguh meriah penyerahan secara resmi 24 pesawat tempur F-16C/D Block 52ID Fighting Falcon dari Kementerian Pertahanan kepada TNI AU pagi ini di Lanud Iswahyudi, Madiun, Jawa Timur (28/2/2018).

Pesawat bekas pakai Angkatan Udara Amerika Serikat yang sudah mendapatkan peningkatan kemampuan secara signifikan ini, diserahkan dari Kabaranahan Kemhan Laksda TNI Agus Setiadji kepada Asisten Logistik Panglima TNI Laksda TNI Bambang Nariyono. Selanjutnya pesawat diserahkan kepada Aslog KSAU Marsda TNI Eko Supriyanto.

Seremoni penyerahan ini disaksikan oleh Menhan Jenderal (Pur) Ryamizard Ryacudu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna, dan Dubes AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr.

Kemeriahan upacara ini tidak hanya dikarenakan semaraknya tarian kolosal sebagai pembuka acara, tapi juga karena flypast 10 F-16CD yang dipimpin langsung Komandan Skadron Udara 3 Lanud Iswahyudi, Letkol Pnb GM Yoga Ambara.

Flypast 10 F-16C/D Block 52ID, dari 24 yang diterima TNI AU. Foto: beny adrian

Terbang lintas dilakukan dari arah belakang podium utama. Setelah itu sembilan pesawat melakukan manuver boom burst dari arah depan disusul satu pesawat melintas rendah di ketinggian 800 kaki dengan kecepatan tinggi sekitar 450 knot. Kemudian dari arah kiri dan kanan bergantian terbang solo masing-masing satu F-16CD.

Menurut Menhan Ryamizard dalam sambutannya, pesawat F-16 C/D ini merupakan pesawat modern berteknologi canggih yang diharapkan dapat meningkatkan kesiapan TNI AU dalam mengawal kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pembelian pesawat dari Amerika Serikat ini dimulai pada Januari 2012, ditandai dengan ditekennya Letter of Action oleh DPR-RI yang menandai dimulainya pembelian 24 F-16 C/D dengan sandi Peace Bima Sena II.

Pengadaan 24 F-16 ini merupakan program terbesar dalam sejarah pembelian pesawat TNI AU dari AS.

Prosesi pelangi menandai diterimanya F-16C/D. Foto: beny adrian

Pengadaan F-16 ini berlangsung dalam tujuh gelombang, dengan dua pesawat terakhir tiba di Indonesia pada 2 Januari 2018. Tiga F-16 C/D Block 52ID pertama tiba di tanah air pada Jumat siang 25 Juli 2015, setelah menempuh perjalanan panjang dari AS.

Ketiga pesawat yang tergabung dalam “Viper Flight”, terbang dari Guam menuju Madiun dengan waktu tempuh 5 jam 16 menit. Selama di perjalanan melaksanakan empat kali pengisian bahan bakar di udara dari pesawat tanker KC-10.

Menurut Marsma TNI Amrullah Asnawi yang menjadi Kepala Project Peace Bima Sena II, ke-24 pesawat telah menjalani program peningkatan kemampuan. “Baik dalam hal radar, avionik, dan struktur,” ujarnya.

Seremoni penerimaan 24 F-16C/D Block 52ID dilakukan melalui prosesi pelangi (pesawat melewati pancaran air kehormatan). Sebanyak 10 pesawat yang tadi melakukan flypast, mewakili 14 pesawat lainnya untuk mengikuti tradisi penerimaan.

Menhan meninjau F-16C/D didampingi Panglima TNI dan KSAU. Anggota Komisi I Efendi Simbolon duduk di kokpit didampingi Komandan Skadron 3 Letkol Yoga. Foto: beny adrian

Pada kesempatan itu KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna menyerahkan Commemorative Book F-16C/D Peace Bima Sena II kepada Menhan RI, Dubes AS, Panglima TNI, Kapolri (diwakili Kabaharkam Polri), KSAD, dan KSAL.

Buku terbitan Dispenau ini berisi tentang proses perjalanan pengadaan F-16C/D dari awal, pelaksanaan upgrading di Hill AFB hingga ke-24 pesawat tiba di Lanud Iswahjudi.

Sementara Dubes AS untuk Indonesia Joseph Donovan menyampaikan ucapan terima kasih dan kebanggaan kepada Menhan dan tim pesawat F-16 dari Indonesia dan Amerika, atas keberhasilan kerjasama militer kedua negara sehingga bisa mewujudkan 24 pesawat F-16 menjadi kekuatan alutsista Indonesia.

Upgrade yang dilakukan terdiri dari avionik setara F-16 Block 52 yang mampu membawa smart weapon berkemampuan beyond visual range (BVR), upgrade structure yang diperkuat hingga 10.800 equivalent flight hours atau usia pakai 40 tahun, dan overhaul mesin hingga usia kembali menjadi zero atau seperti mesin baru.

Dijelaskan Panglima TNI kepada awak media, bahwa 24 pesawat ini terdiri dari 19 veri C (kursi tunggal) dan lima versi D (kursi ganda). “Sebanyak 10 pesawat pertama yaitu versi A dan B, akan diberikan program Falcon Up agar memiliki kemampuan lebih baik,” ujar Marsekal Hadi.

Foto bersama seluruh pendukung program Bima Sena II (berdiri di belakang) bersama Menhan, Panglima TNI, ketiga Kepala Staf Angkatan dan Dubes AS. Foto: beny adrian

Yang dimaksud Panglima TNI adalah F-16A/B Blok 15 yang didatangkan pada tahun 1990. Saat ini ke-10 pesawat ditempatkan di Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

Apakah jumlah pesawat tempur yang ada saat ini sudah memadai? Panglima TNI kembali menegaskan kepada media bahwa pembangunan kekuatan TNI berpatokan kepada MEF (minimum essential force) yang sudah dicanangkan pemerintah.

“Kalau idealnya, ya jumlahnya lebih dari itu, tapi minimal kita sudah mampu melakukan apa yang kita inginkan sehingga apabila ada ancaman dari empat spot di darat dan dua spot di laut, TNI AU bisa mendukung,” beber Hadi.

Welcome home Falcon

 

Teks: beny adrian

Share.

About Author

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.