Alih Kodal PPRC, Panglima TNI Siapkan 14 Hercules untuk Latihan Besar di Selaru

0

Dalam menanggulangi dan menghancurkan musuh yang menduduki salah satu wilayah darat Indonesia, TNI memiliki komando gabungan yang dinamakan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI.

Pasukan tugas gabungan TNI yang dibentuk khusus dan berada di bawah Panglima TNI ini, memiliki tugas pokok melaksanakan tindakan cepat terhadap ancaman nyata selama-lamanya tujuh hari di wilayah darat tertentu dalam rangka menangkal, menyanggah awal, dan menghancurkan musuh atau lawan yang mengganggu kedaulatan Indonesia.

Sesuai tanggung jawab yang diembannya itu, PPRC merupakan komando gabungan TNI paling besar saat ini. Dengan kekuatan personel 6.396 orang plus alutsista dari ketiga matra, menjadikan PPRC TNI sebagai adalah satuan reaksi cepat yang siap digerakkan dalam hitungan jam.

Komando PPRC TNI dipegang secara bergantian setiap dua tahun di antara Panglima Divisi Infanteri I dan II Kostrad.

Panglima TNI mengecek kesiapan perlengkapan Yonko Paskhas 464. Foto: beny adrian

Maka hari ini, Jumat (23/2/2018), Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memimpin alih kodal PPRC TNI Tahun 2018-2020 di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur. Komando pengendalian PPRC dialihkan dari Pangdivif I Kostrad Mayjen TNI Ainurrahman kepada Pangdivif II Kostrad Mayjen TNI Agus Suhardi.

“PPRC mempunyai pedoman yang sangat melekat, yaitu cepat dalam melaksanakan manuver, tepat dalam menunju sasaran strategis serta singkat dalam proses dan waktu yang dibutuhkan,” papar Marsekal Hadi.

Sebelum dilaksanakan alih kodal PPRC, Panglima TNI menerima laporan dari Pangdivif I sebagai penanggung jawab PPRC TNI 2016-2018.

Dalam paparannya, Mayjen Ainurrahman menyampaikan kondisi akhir PPRC TNI 2016-2018 dalam masa kepemimpinannya.

Beberapa hal yang disampaikan Mayjen Airnurrahman merupakan catatan dan layak dijadikan revisi untuk mewujudkan PPRC yang profesional. “Seperti meriam Giantbo, sudah tidak boleh digunakan dalam penembakan dan diganti Mistral,” ujarnya.

Disampaikannya, bahwa saat ini PPRC sudah mempunyai 21 rencana operasi (RO) yang siap dilaksanakan sesuai perintah Panglima TNI. Yaitu tujuh RO di Sumatera, tiga di Kalimantan, dua masing-masing di Sulawesi, Papua, Ambon dan Atambua, serta empat RO di Jawa. Namun, menurutnya, RO ini perlu direvisi karena merupakan buatan tahun 2008, terkait perkembangan situasi dan wilayah.

Satu hal yang agak miris adalah, selama dua tahun periode kemarin, PPRC hanya sekali melaksanakan latihan.

“Selama 2016-2018 hanya ada satu kali latihan yang dilaksanakan PPRC, padahal sudah ada rencana latihan di Natuna namun tidak terjadi saat itu. Sehingga  pelaksanaan latihan PPRC dialihkan ke anggaran 2017 di Natuna. Jadi dari 2016 sampai 2018 hanya sekali latihan PPRC,” bebernya.

Karena itu di akhir paparannya, Ainurrahman berharap kedepannya program empat kali latihan yang sudah dibuat PPRC bisa dilaksanakan secara maksimal.

Catatan lain yang disampaikan adalah terkait sarana angkutan pasukan baik lewat darat maupun udara, serta sistem komunikasi terintegrasi di antara pasukan.

Sementara Pangdivif II Kostrad Mayjen TNI Agus Suhardi sebagai penerima tanggung jawab PPRC untuk periode 2018-2020 dengan wakil dijabat oleh komandan Lanud Abdulrachman Saleh, mengingatkan kembali tentang tugas pokok PPRC yaitu melaksanakan operasi militer perang (OMP) dan operasi militer selain perang (OMSP).

Tugas OMP adalah menahan dan mendisorganisir kekuatan musuh di wilayah darat tertentu, mencegah, dan menghancurkannya. Adapun untuk OMSP, dalam menghadapi gerakan separatis bersenjata, PPRC bertugas sebagai penindak awal agar tidak meluasnya gerakan separatis bersenjata. Juga melakukan penindakan terhadap teroris bersenjata dalam batas kemampuan PPRC TNI.

Dalam kaitan itulah, dalam beberapa tahun terakhir ini, pada struktur organisasi PPRC ditambahkan dua jabatan baru yaitu Asisten Perencanaan dan Asisten Teritorial.

“Kesiapan materil secara umum sudah siap operasional Panglima. Semua bentuk latihan juga sudah dilaksanakan oleh semua satuan di bawah PPRC. Untuk itu, kami siap melaksanakan tugas sebagai satuan PPRC TNI Tahun 2018-2020,” urai Agus menutup paparannya.

Dengan kondisi saat ini dimana model ancaman sudah bergeser drastis, Panglima TNI pun menyampaikan arahannya agar PPRC TNI mampu menghadapi perang modern.

Untuk itulah, Panglima TNI menekankan bahwa latihan PPRC harus dilaksanakan sesuai dengan perencanaan. “Kalau memang satu tahun latihan dua kali, ya harus dua kali,” ucap Marsekal Hadi.

Dalam kaitan itulah Hadi mengharapkan latihan PPRC yang akan dilaksanakan Mei nanti, dilakukan secara terprogram dan detail.

Disampaikan Marsekal Hadi, ada dua pilihan yang ideal untuk daerah latihan PPRC nanti yaitu di Selaru di Maluku Tenggara Barat atau di Morotai, dengan kesimpulan sementara mengarah ke Selaru.

Anggota Kopaska menjelaskan fungsi peralatan selam yang ditampilkan. Foto: beny adrian

“Latihan PPRC harus kita cari di tempat yang benar-benar tidak ada landasan, sehingga membuktikan PPRC itu mampu melaksanakan operasi dimanapun,” kata Hadi lagi yang juga menyinggung penggunaan pesawat tanpa awak untuk misi pengintaian latihan.

Terkait rencana latihan ini, Panglima TNI berharap TNI AU sebagai pembinaan kekuatan udara bisa menyiapkan 14 pesawat Hercules untuk digunakan dalam penerjunan pasukan.

Kepada para pejabat di lingkungan TNI, Marsekal Hadi juga menyampaikan harapannya agar prajurit bisa melaksanakan latihan terjun secara maksimal. Di antaranya latihan HALO (high altitude low opening).

Salah satu kemampuan yang dibutuhkan dalam HALO adalah skill melayang di udara sebelum mencabut payung di ketinggian sekitar 4.000 kaki. Sebagai terobosan ke arah itu, Panglima TNI berharap bisa membangunkan wind tunnel di lingkungan Divisi II Kostrad.

Selain itu, Panglima TNI meminta KSAU untuk menjajaki pengadaan pesawat C-130J Hercules agar bisa digunakan prajurit dalam penerjunan HALO maupun HAHO.

“Ada anggaran untuk lima Hercules tipe J, saya minta dari lima pesawat itu ada satu yang memenuhi spek untuk HALO,” ulas Panglima TNI yang berharap pada Renstra III ini bisa memiliki 20 Hercules.

 

Teks: beny adrian

Share.

About Author

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.