Terima Kunjungan COS Korea Selatan, KSAU Berharap Program KFX/IFX Berjalan Lancar

0

Hubungan antara TNI AU dan Angkatan Udara Korea Selatan (ROKAF) memang bukan seumur jagung. Sudah puluhan tahun kedua angkatan udara menjalin kerjasama baik dalam bentuk latihan, pendidikan, dan pengadaan alutsista.

Bahkan untuk alutsista, Korsel merupakan salah satu negara pembeli CN-235 terbanyak yang diproduksi PTDI. Korsel memiliki sebanyak 12 pesawat CN-235 yang digunakan untuk berbagai kebutuhan.

Sebanyak tujuh pesawat difungsikan sebagai pesawat angkut militer, satu unit sebagai pesawat angkut VVIP di ROKAF, dan empat lainnya sebagai pesawat patroli yang dioperasikan Korean Coast Guard (KCG). Sebaliknya TNI AU juga mengoperasikan pesawat buatan Korsel yaitu pesawat latih KT-1B Wong Bee dan jet tempur T-50 Golden Eagle.

Selain Korsel, CN-235 buatan PTDI juga dioperasikan oleh Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Pakistan, dan Uni Emirat Arab.

Atas dasar itulah, pertemuan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam kapasitasnya sebagai KSAU dengan Chief Of Staff (COS) ROKAF Jenderal Lee Wang-Keun di Mabesau, Cilangkap, Senin (15/1/2018), berlangsung akrab.

Dalam pertemuan pagi ini, KSAU didampingi Irjenau Marsda TNI Umar Sugeng, Koorsahli KSAU Marsda TNI Eko Supriyanto, para Asisten KSAU dan Kadispenu Marsma TNI Jemi Trisonjaya, M.Tr (Han). Sementara COS ROKAF didampingi Chief Secretary COS Brigjen Park Changkyu dan beberapa perwira staf.

KSAU menerima COS Korea Selatan di Mabesau, Cilangkap. Foto: Dispenau

Kepada Jenderal Lee Wang-Keun, Hadi menyampaikan rasa bangga TNI AU karena bisa mengoperasikan pesawat buatan Korea jenis KT-1B Wong Bee dan KT-50 Golden Eagle.

Bahkan dengan spontan KSAU menyampaikan bahwa pesawat KT-1B sudah menjadi kebanggaan Indonesia, karena sebagai duta Indonesia ke beberapa negara melalui penampilan Jupiter Aerobatic Team (JAT).

“Sangat membanggakan TNI AU dapat mengoperasikan KT-1B dan T-50 yang begitu enak dikendalikan dan diterbangkan. Kebanggaan TNI AU juga kebanggaan Indonesia, karena KT-1B menjadi pesawat tim aerobatik Indonesia,” kata KSAU kepada Jenderal Lee.

Kerjasama militer antara Indonesia dan Korea Selatan, khususnya antara kedua angkatan udara, perlu ditingkatkan,” ujar Hadi. Karena itu, KSAU berharap program kerjasama pembuatan pesawat tempur KFX/IFX yang merupakan pesawat tempur generasi 4,5, dapat berjalan dengan lancar.

“Saat ini Indonesia sedang mengalami lompatan teknologi yang lebih tinggi pada program KFX/IFX yang merupakan pesawat generasi 4,5. Personel kami yang dididik di Korea Selatan juga sudah memiliki kemampuan tinggi,” tegas KSAU.

KSAU juga menyampaikan agar ke depannya perlu ada program pertukaran Taruna AAU dengan Kadet ROKAF.

Sementara Jenderal Lee menilai pesawat CN-235 buatan Indonesia merupakan pesawat yang sangat nyaman dan aman, karena dirinya mengaku pernah merasakan naik pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia ini.

“Saya penah terbang menggunakan CN-235 dan sering mendapat penilaian pesawat Indonesia ini sangat nyaman dan aman” ujarnya.

Kedua pemimpin Angkatan Udara sepakat untuk terus menjaga dan meningkatkan hubungan dan kerjasama yang sudah terjalin selama ini.

Kedepan diharapkan kedua Angkatan Udara secara lebih intensif dapat lebih mengembangkan kerjasama, seperti pada bidang pendidikan dan pertukaran kunjungan antar pejabat tinggi serta kadet kedua angkatan udara.

 

Teks: beny adrian

Share.

About Author

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.