Ngopi Bareng Panglima TNI dan Pemimpin Redaksi, Seru dan Berkesan

0

Sesuai rencana penerbangan, pesawat C-130B Hercules A-1341 asal Skadron Udara 31 yang diterbangkan Letkol Pnb Fata dengan kopilot Lettu Pnb Rickson dan Lettu Pnb Fathir, lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusuma pukul 08.20 Wib.

Letkol Pnb Fata yang merupakan Komandan Skadron 31, membawa Herky lepas landas dengan mulus untuk memulai penerbangan ke Lanud Adisutjipto, Yogyakarta.

Penerbangan Minggu pagi (10/12/2017)  ini cukup unik. Karena di hari pertama sebagai Panglima TNI usai melaksanakan serah terima jabatan pada Sabtu (9/12/2017) dari Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sengaja menghabiskan akhir minggunya bersama warawan.

Sebanyak 49 wartawan memenuhi undangan TNI AU pagi ini. Mereka terdiri dari 25 orang pemimpin redaksi (Pemred) media ibukota serta 24 orang peliput (wartawan). Baik dari media cetak, elektronik, dan online.

Sejak dari ruangan VIP Lanud Halim Perdanakusuma, suasana akrab sudah mencair di antara Panglima TNI dan awak media. “Inilah kelebihannya kalau Panglima TNI yang pernah jadi Kadispen,” ujar Hadi senyum.

Hadi pun menceritakan banyak hal terkait rencanan pembangunan TNI, yang disimak oleh para wartawan. Para wartawan pun mengajukan banyak pertanyaan dalam suasana santai, seperti rencana pembangunan kekuatan TNI terkait MEF II. Masukan pun disampaikan para wartawan kepada Panglima TNI, demi kemajuan TNI.

Sedikit flashback soal pelantikannya sebagai Panglima, Hadi pun menceritakan bahwa secara berturut-turut sejak minggu lalu, kegiatann yang diikutinya tidak berhenti sampai minggu pagi ini.

Panglima TNI foto bersama awak media sebelum berangkat. Foto: beny adrian

“Minggu lalu, Jumat dan Sabtu, saya ke Sail Sabang dan lanjut ke Yogya sampai minggu. Senin pagi saya terima surat (fit and proper test), dan sejak itu saya sudah tidak bisa tidur karena hanya punya waktu Selasa untuk menyiapkan visi dan misi. Sampai hari ini, kegiatan terus tiada henti,” tutur Hadi.

“Semua berkat dorongan dan doa teman-teman media, doa itu yang menguatkan saya,” aku Hadi lagi. Masih dalam suasana santai, Hadi pun mengaku bahwa sebagai manusia, ia pun mengalami tekanan emosi pada saat mengikuti fit and proper test. “Saya tidak stres, hanya tegang saja,” ucapnya lagi.

Sebelum boarding bersama para wartawan, Hadi menyempatkan foto bersama dengan latar belakang pesawat Hercules.

Obrolan santai kembali mengalir bersama awak media selama penerbangan 60 menit ke Yogyakarta. Panglima TNI pun memperkenalkan kopi hitam Baringga (Baret Jingga) yang dibuat oleh Paskhas. Aroma keras kopi hitam pun memenuhi ruang kabin pesawat VIP itu.

Setibanya di Yogyakarta, Hadi dan rombongan menuju ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Kusumanegara, Yogyakarta untuk ziarah di makam Panglima Besar Soedirman.

Dari situ, Panglima TNI yang memilih satu bus dengan para wartawan, menuju ke Monumen Ngoto untuk melakukan ziarah ke makam Komodor Udara Adisutjipto dan Komodor Udara Abdulrachman Saleh.

“Waktu jadi KSAU, saya ziarah ke makam leluhur saya. Dengan jadi Panglima TNI, saya ziarah ke makam Pak Dirman sebagai bapaknya TNI dan ke Ngoto ke makam tokoh pendiri TNI AU,” jelas Hadi kepada awak media.

Setelah ziarah di dua tempat tersebut, Hadi pun mengajak para wartawan ke Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla) di Lanud Adisutjipto.

Kepada wartawan yang sebagian besar belum pernah ke Muspusdirla, Hadi pun menceritakan ide besar untuk menjadikan Muspusdirla sebagai museum aeronotika terbesar di Asia Tenggara. Pun disampaikan bahwa koleksi pesawat di Muspusdirla sudah hampir mencapai 70 pesawat.

Menurut Kolonel Sus Dede selaku Kepala Muspusdirla, pengunjung yang datang di akhir pekan mengalami lonjakan dalam satu tahun terakhir. “Kalau ditotal sabtu-minggu, bisa 10.000 sampai 15.000 orang,” ujarnya.

Dede pun menyebutkan, bahwa Muspusdirla adalah salah satu museum yang paling banyak dikunjungi orang di Indonesia.

Tur di Muspusdirla ini tentu berkesan bagi para wartawan. Karena selama berada di Muspusdirla khususnya ruangan dalam, Panglima TNI bertindak langsung sebagai pemandu rombongan wartawan. Hadi dengan fasih menjelaskan setiap pesawat yang dipajang di dalam Muspusdirla kepada wartawan.

Panglima TNI menyapa dan foto bersama anak-anak pengunjung Museum. Foto: beny adrian

“Ini rudalnya Tu-16, ukurannya saja sebesar pesawat,” kata Hadi menunjuk rudal antikapal KS-1 Kennel. Juga terhadap pesawat DC-3, pembom B-26, helikopter Hiller, pesawat latih Boeing Stearman, dan pesawat jet pertama TNI AU de Havilland DH-115 Vampire. Dijelaskan dengan singkat dan padat. “Panglima sudah kayak tour guide,” celetuk wartawan.

Hadi pun tak lupa menekankan, bahwa Muspusdirla sudah pantas dijadikan tujuan wisata wajib bagi siapapun yang datang ke Yogyakarta. “Dengan koleksi yang lengkap, Museum ini layak sebagai tujuan wisata wajib di Yogya,” tutur Hadi.

Selama di Muspusdirla, Hadi berkali-kali menyapa pengunjung yang sangat ramai. Terutama anak-anak yang terlihat begitu antusias.

Gathering sehari Panglima TNI dengan Pemred dan awak media pun berakhir sekitar pukul 13.00. Rombongan pun kembali ke Jakarta dengan segudang pengetahuan baru tentang TNI AU.

“Nanti kita ketemu lagi, ngopi bareng lagi, saya juga butuh masukan dari teman-teman media,” kata Hadi.

 

Teks: beny adrian

Share.

About Author

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.