GMF Gelar Paparan Publik IPO, Ini Total Saham yang Ditawarkan

0

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF Aero Asia) hari ini (11/9) menggelar paparan publik (Public Expose) dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Publik Offering/IPO yang berlangsung di Hotel Four Season, Jakarta.

Langkah ini disebut sebagai upaya GMF untuk bersiap melakukan ekspansi global dengan mengedepankan kemajuan teknologi terkini dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) kelas dunia.

Total saham yang ditawarkan kepada masyarakat mencapai 10.890.068.700 lembar atau setara dengan 30% saham dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor GMF setelah IPO.

Keseluruhan saham tersebut merupakan saham baru yang dimiliki GMF yang masa penawarannya akan berlangsung mulai 11 hingga 21 September 2017.

“IPO merupakan langkah strategis bagi GMF untuk mewujudkan visi menjadi ‘Top 10 MRO in the world’ dengan pendapatan mencapai 1 milyar USD di tahun 2021 mendatang. Bersama manajemen yang kompeten dan teknisi yang handal, rekam jejak perusahaan dan prospek usaha yang baik, kami yakin IPO GMF akan mendapat respon yang positif dari investor,” tutur Direktur Utama GMF Iwan Joeniarto dalam jumpa persnya dengan para awak media.

Joeniarto menjelaskan, 60% dana bersih dari hasil IPO tersebut akan digunakan oleh GMF untuk mendanai investasinya dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pada line maintenance dan repair & overhaul.

Sementara 25% dana dari hasil IPO tersebut akan dimanfaatkan untuk kebutuhan modal kerja dan operasional sehari-hari. Sedangkan sisanya sebesar 15% akan digunakan untuk refinancing atau pelunasan hutang.

“Rencananya ekspansi GMF akan berfokus pada peningkatan kapasitas san kapabilitas dengan cara memperbarui teknologi dan skill SDM, sehingga GMF dapat menjadi ‘total solution provider yang memberikan layanan integritas bagi pelanggan kami. Selanjutnya GMF akan melakukan pengembangan perusahaan dengan memperbesar pasar kami dan menambah footprint global kami,” tegas Joeniarto.

Pada kesempatan yang sama, Komisaris Utama GMF Helmi Imam Satriyono mengatakan bahwa dengan IPO, GMF akan menjadi perusahaan publik yang harus dapat menunjukkan kinerja positifnya kepada seluruh stakeholders dan shareholders.

Menurutnya, penerapan good corporate governance yang lebih baik guna memberikan nilai tambah bagi para stakeholders dan shareholders saat ini mutlak diperlukan.

Bisnis MRO (maintenance, repair and overhaul) yang dijalankan oleh salah satu anak perusahaan Garuda Indonesia ini memiliki laba margin mencapai dua digit.

GMF mencatat pertumbuhan margin laba mereka mencapai 15% pada tahun 2016.

Kinerja yang prima dan penerapan good corporate governance telah dibuktikan oleh GMF dengan diraihnya penghargaan Very High Level Quality MRO dari FAA.

GMF juga meraih predikat juara 1 Annual Report Award 2015 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 

Teks: Fery Setiawan

Share.

About Author

Leave A Reply