Begini Program Rahasia Soviet Memburu Intel Udara Dragon Lady

0

Ulah Gary Power

Sementara itu, di markas Gorky di Plant No. 21 tengah berlangsung peluncuran produksi jet pencegat dengan mesin dikombinasi. Total 30 pesawat diproduksi dan diambil alih AU pada pertengahan 1957.

Demi mempercepat pengenalan pesawat dan menekan biaya, diputuskan pesawat baru ini dibangun tetap menggunakan dasar jet tempur taktis E-2A.

Prototipe yang dilengkapi mesin Tumansky R11E-300 turbojet dengan daya dorong 5.100 kgf ini tak lain adalah embrio MiG-23 (Type 23). Gampang saja, E-2A lalu diputuskan meneruskan program pencegat Soviet dan diberi kode E-50A.

Karena mengadopsi E-2A, tak heran sayap, penyeimbang, kanopi kokpit dan roda pendarat E-50A amat mirip dengan E-2A.

Hanya roda pendarat utama sedikit dimodifikasi untuk menahan beban dan kecepatan pesawat saat meninggalkan landasan. Total berat tinggal landas mencapai 9.300 kg dengan 3.955 kg diantaranya adalah bahan bakar.

Selain dijejali perangkat elektronik, komunikasi, dan radar yang lebih maju, E-50A juga dibekali dua kanon otomatis NR-30 dengan 60 peluru per kanon. Juga akan ditambahkan dua tabung delapan laras ORO-57K untuk penembakan roket ARS-57M atau ARS-57.

Karena disiapkan untuk mencegat U-2, E-50A diset mampu mencapai ketinggian 27.000 m dalam waktu 5,62 menit. Kecepatan maksimum diperkirakan bakal menembus 2.480 km per jam. Wuih….

Sementara pesawat yang oleh Plant No. 21 diberi kode Type 64 ini disiapkan, unit penerbangan pertahanan udara menyiapkan program konversi Yakovlev Yak-27V dan Mikoyan E-50A.

Rencananya E-50A bakal menghuni resimen tempur latih 594 di Lanud Savasleika dan garnisun resimen tempur 23 di Rzhev.

Hingga tahun 1957, Plant 21 sudah membuat 12 pesawat, termasuk 10 pesanan komando pertahanan udara. Rencana sedikit berantakan karena jadwal pengiriman mesin yang buruk.

Alhasil hanya satu E-50A yang betul-betul rampung. Dua lainnya masih dipasang, dan delapan lagi bernasib sama. Sementara MiG-23 yang juga dikerjakan dibengkel yang sama, diluar 12 pesawat yang dikerjakan, lima unit sudah rolled out. Empat tengah dipasang dan enam lagi masih berupa komponen.

Hingga 1958, dua E-50A di dalam kontainer dikirim ke Biro Desain Mikoyan di Moskwa.

Sementara itu tes penerimaan oleh negara yang dilakukan antara 25 November 1957 dan 26 Februari 1958 terhadap lima Mikoyan SM-50 di Savasleika, melahirkan sejumlah masalah.

Hanya mereka masih bisa mengelus dada karena ketinggian dan kecepatan SM-50 melebihi yang mereka duga. Akan tetapi hasil akhir sangat menyakitkan. EM-50 yang merupakan derivatif MiG-19S dinyatakan tidak layak.

Setelah seabrek kegagalan dan kekecewaan, program pemburu langit sempat mati suri. Baru Maret 1958, program ini dibangkitkan lagi. Gara-garanya U-2 kembali wara-wiri di Timur Jauh Soviet.

Anehnya, para petinggi parrtai komunis yang terpecah belah pemahamannya hanya dalam sekejap mementahkan lagi rencana hebat ini. E-50A dinyatakan ditutup tahun itu juga disusul keputusan pembatalan eksperimen konstruksi.

Selain masalah dana, faktor lain yang melandasi keputusan ini adalah beralihnya perhatian mereka ke pengembangan rudal.

Para pengambil keputusan di Komite Pusat Partai Komunis makin ngotot setelah pesawat U-2 yang diterbangkan Francis Gary Power ditembak jatuh pada 1 Mei 1960 di Sverdlovsk. Mereka pun dengan lantang bilang: betapa hebatnya rudal SAM S-75!

Walaupun program E-50A diakhiri, bukan berarti nganggur bagi para injinir. Perhatian mereka dialihkan kepada pengembangan pencegat masa depan dengan tambahan pendorong roket.

Pesawat ini oleh Biro Desain OKB-155 dinamakan E-155.

Lewat keputusan Komite Pusat Partai Komunis dan Dewan Kementerian Soviet pada 4 Juni 1958 serta Kementerian Produksi Pesawat tertanggal 17 Juni, tiga E-155 diminta untuk melakukan uji pabrikasi pada kwartal kedua 1960.

Pesawat ini nantinya disiapkan untuk mencegat target di ketinggian 30-35 km. Soal kecepatan berkisar 3.500-4.000 km per jam.

Hanya saja, E-155 tak pernah dibuat dan desainnya lalu dialihkan menjadi MiG-25 highspeed interceptor and reconnaissance aircraft.

Di luar kegagalan dan kekecewaan para injinir, yang penting dicatat adalah bahwa E-50 merupakan sejarah besar dalam penerbangan Soviet.

Inilah pesawat Soviet pertama yang mencetak rekor ketinggian di atas 25 km dan nyaris menembus kecepatan 2.500 km per jam.

 

Teks: beny adrian

1 2 3 4
Share.

About Author

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.